Bicaralah Secara Visual


2facePenggunaan disiplin ilmu menjadi efektif pada tujuan desain grafis pada publikasi yang sesungguhnya, yakni komunikasi.

Penggunaan perangkat lunak komputer grafis yang tepat dan penataan letak/komposisi dengan konsep seni menjadikan pesan efektif disampaikan kepada pembaca (khalayak/komunikan).

Pembaca memahami foto karena jelas, tajam dan bersih setelah di-retouching dengan AdobePhotoshop. Dan nyaman dilihat karena ukuran dan peletakannya di halaman tepat, seimbang dan harmonis bersama elemen grafis lainnya dengan menggunakan CorelDraw.

Ilmu komunikasi kini lazim menyebut desain grafis sebagai desain komunikasi visual. Sebab desain grafis pada dasarnya adalah pekerjaan berkomunikasi di mana pesan yang disampaikan adalah visual (grafis: gambar dan tipografi/elemen-elemen desain dalam seni). Dan beberapa penelitian membuktikan media komunikasi visual lebih efektif ketimbang media lainnya yang hanya mengandalkan teks.

Desain grafis juga tidak terbatas pada media cetak, tetapi meluas hingga teknik animasi 3D dan video editing. Namun, jangan pula sampai pada salah penafsiran bahwa komputer grafis adalah desain grafis, seperti yang terjadi dewasa ini. Ini keliru!

Sekarang ujilah kemampuan desain Anda dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan ini: mengapa warna hijau bisa terlihat hijau dan mengapa sebuah benda bisa terlihat transparan, bagaimana berjuta-juta warna dalam proses cetak offset litografi bisa terbentuk hanya dengan menggabungkan 4 warna. Lalu, mengapa desain grafis dan tata letak Kompas memiliki tujuh kolom dan berbeda dengan Koran Tempo yang mengsusung gaya yang lebih mini. Mengapa Pos Kota dengan Lampu Merah cenderung menggunakan warna dan tata letak yang serupa?

Misalnya Anda mendapatkan “pesanan” mendesain majalah anak-anak, maka penggunaan jenis huruf, ukuran dan paduan warnanya harus semenarik mungkin sesuai dengan pembacanya, yakni anak-anak. Jadi, sebelum atau ketika mendesain Anda membayangkan terlebih dahulu seperti apa dunia anak-anak. Barangkali Anda mendapatkan bayangan: keceriaan, bermain main, kebebasan, belajar, kepolosan dan lain sebagainya. Nah, tema-tema inilah yang Anda terjemahkan dalam bentuk visual. Dalam hal ini jenis font Comic Sans bisa digunakan, dengan ukuran tidaklah terlalu kecil dan jarak antar baris (leading) yang tidak terlalu rapat sehingga mengesankan informalitas.

Anda juga disarankan tidak menggunakan huruf yang lebih besar daripada biasanya dan jarak antar baris lebih besar. Kemudian ukuran ini dipadupadankan dengan warna huruf yang cerah dan tidak cenderung gelap. Lalu gambar-gambar tidak selalu berbentuk kotak-kotak, tetapi bisa berbentuk lingkaran, elips atau bersudut lembut (smooth corner). Ataupun jikalau gambar yang dimaksud haruslah berbentuk kotak, maka Anda juga bisa tambahkan frame berupa gambar binatang misalnya. Jadi, Anda sesuaikan desain sesuai dengan tema publikasi yang dimaksud. Inilah yang saya maksud berkomunikasi. Sesuaikan dengan alam pikir si penikmat pesan visual!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: